7 Pemain yang Berhasil Bikin Lionel Messi Mati Kutu, Termasuk Casemiro

Oleh Yus Mei Sawitri pada 12 Jun 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 12 Jun 2020, 13:30 WIB
Lionel Messi dan Pemain Jebolan Akademi Barcelona yang Setia di Camp Nou
Lionel Messi - Lionel Messi menjadi salah satu pemain bintang hasil didikan Akademi Barcelona. Pemain terbaik dunia yang berhasil meyabet enam Ballon d'Or ini tetap setia berseragam Barcelona dari awal kariernya hingga saat ini. (AFP/Josep Lago)

Bola.com, Jakarta - Bintang Barcelona, Lionel Messi, merupakan pemain yang sangat sulit dijaga pemain lawan. Ia punya skill istimewa yang membuatnya dengan mudah memperdaya pemain-pemain lawan dan akhirnya membawa Barcelona meraih kemenangan. 

Tapi, tak ada gading yang tak retak. Begitu juga Lionel Messi. Dalam beberapa kesempatan, Messi bisa dibikin tak berkutik oleh pemain lawan. 

Salah satu contohnya, Lionel Messi tak bisa berbuat banyak pada laga El Clasico melawan Real Madrid pada lanjutan La Liga di Santiago Bernabeu, 2 Maret 2020. Barcelona takluk 0-2 dari El Real. 

Dua gol Real Madrid masing-masing disumbangkan Vinicius Junior pada menit ke-71 dan Mariano di menit ke-90+2. Barcelona tak mampu melesakkan gol balasan pada laga tersebut. 

Lionel Messi tak banyak merepotkan pertahanan Real Madrid pada pertandingan itu. Casemiro yang bertugas mengawal Messi benar-benar membuat Messi tak berkutik. La Pulga, julukan Messi, praktis bisa "mengantongi" La Pulga. 

Selain tak menyumbang gol, Messi juga tak membukukan assist pada pertandingan bergengsi itu. Bahkan, pemain asal Argentina tersebut tak menciptakan peluang sepanjang laga. 

Bukan kali ini saja Lionel Messi tak berkutik menghadapi penjagaan pemain lawan. Berikut ini enam pemain selain Casemiro yang pernah membuat pengoleksi enam gelar Ballon D'Or tersebut tampil melempem di sebuah laga, seperti dilansir Sportkeeda.  

 

2 dari 6 halaman

1. Bastian Schweinsteiger (Argentina 0-4 Jerman, Piala Dunia 2010)

Danke Basti, Akhir Petualangan Bastian Schweinsteiger di Timnas Jerman
Bastian Schweinsteiger. (AFP/Patrik Stollarz)

Lionel Messi menyandang beban berat karena belum pernah menuai kesuksesan bersama Timnas Argentina. Fans kerap memprotes perbedaan performa Messi saat di klub dan timnas. 

Meskipun pendapat itu bisa diperdebatkan, Messi dalam beberapa kesempatan bersama Timnas Argentina memang jauh dari kinerja terbaiknya. Namun, terkadang itu terjadi karena taktik apik tim lawan. 

Itu terjadi saat Argentina kalah 0-4 dari Jerman pada perempat final Piala Dunia 2010. Saat itu, Bastian Schweinsteiger mendapat tugas meredam Messi, dibantu oleh Per Mertesacker dan Boateng.

Taktik tersebut berhasil. Schweinsteiger bisa membuat Messi meminimalkan pengaruh Messi di lini serang Argentina. Sang pemain kerap harus menjemput bola hingga ke dalam setiap ingin membantu serangan. 

Messi benar-benar dibuat tak berkutik dan terlihat menitikkan air mata pada akhir pertandingan. 

  

3 dari 6 halaman

2. Jose Bosingwa (Barcelona 0-0 Chelsea Liga Champions 2009)

img_bosingwa-5.jpg
Jose Bosingwa. (AFP PHOTO / Adrian Dennis)

Jose Bosingwa mungkin bukan salah satu bek terbaik dalam sejarah Chelsea. Namun, dia pernah menyuguhkan performa menakjubkan untuk The Blues.  

Trio Thierry Henry, Samuel Eto’o, dan Lionel Messi merupakan salah satu kumpulan penyerang paling menakutkan saat itu. Namun, faktanya sampai kunjungan Chelsea, tak ada tim yang bisa mencegah Barcelona mencetak gol di Camp Nou miusim itu. Chelsea menjadi tim pertama yang melakukannya dan Jose Bosingwa yang membuat Messi tak berkutik.  

Dia menjalani tugas menjaga Messi dengan sangat baik. La Pulga hanya mencatatkan sedikit tembakan dan sebagain besar berhasil dihalau Bosingwa. Sang pemain bisa menyaingi kecepatan Messi dan tak memberi ruang untuk bintang asal Argentina itu. 

  

4 dari 6 halaman

3. Adrien Rabiot (PSG 4-0 Barcelona, Liga Champions 2017)

Barcelona-PSG-Liga-Champions
Gelandang PSG, Adrien Rabiot berusaha mengiring bola dari kejaran penyerang Barcelona, Lionel Messi pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions di Parc Des Princes, Paris, (15/2). PSG menang 4-0 atas Barcelona. (AFP Photo / Philipe Lopez)

Pada Liga Champions 2017, Barcelona juga memiliki trio mematikan Neymar, Messi, dan Luis Suarez. Kombinasi ketiganya akan membuat cemas tim manapun. Tapi, Paris Saint-Germain punya taktik untuk menghentikan mereka. Strategi itu terbukti tepat. 

Bisa dibilang itu menjadi salah satu performa terburuk Messi bersama Barcelona. Taktik Barcelona berjalan salah dan PSG tahu bagaimana menghancurkannya.  

Barcelona kemudian mencoba Rencana B, dengan mengandalkan Messi. Namun, La Pulga juga tak mampu berbuat banyak. Dia dipaksa bermain terlalu ke dalam sehingga tak berpengaruh signifikan. 

Sosok yang bisa mematikan pergerakan Messi pada laga itu adalah Adrien Rabiot. Dia selalu cekatan setiap saat menghentikan Messi. Dibantu Marco Verratti, Rabiot membuat Messi tak bisa mendapatkan ruang yang biasanya mudah ditemukannya. 

 

5 dari 6 halaman

4. Diego Godin (Atletico Madrid 2-0 Barcelona, Liga Champions League 2016)

Barcelona Vs Atletico Madrid
Striker Barcelona, Lionel Messi, berusaha melewati bek Atletico Madrid, Diego Godin, pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Sabtu (6/4). Barcelona menang 2-0 atas Atletico Madrid. (AP/Manu Fernandez)

Diego Godin mungkin menjadi salah satu bek yang enggan dihadapi striker lawan. Cristiano Ronaldo juga beberapa kali dibuat tak berkutik oleh Gobin. 

Lionel Messi pernah beberapa kali memperdaya Godin, tapi dia juga sempat dibuat frustrasi ketika Barcelona berhadapan dengan Atletico Madrid pada Liga Champions 2016. 

Godin bisa meredam dengan efektif pergerakan Messi. Bahkan, pada laga tersebut Messi gagal membukukan tendangan mengarah ke gawang. Yang lebih mengherankan, Messi tak mencatatkan sentuhan di kotak penalti Atletico Madrid. Kejadian seperti itu sangat langka untuk La Pulga. 

 

6 dari 6 halaman

1. Esteban Cambiasso dan Javier Zanetti (Barcelona 1-0 Inter Milan, Liga Champions 2010)

Pesepak Bola dengan Prestasi Menawan yang Gemar Tebar Senyuman
Javier Zanetti - Legenda sepak bola Serie A yang begitu dihormati dengan kedewasaan saat berlaga di lapangan. Ini akibat dari senyuman yang sering diperlihatkan Zanetti saat dilanggar pemain lawan. (AFP/Olivier Morin)

Salah satu momen paling dikenang dari selebrasi heboh Jose Mourinho di Liga Champions adalah ketika timnya saat itu, Inter Milan mendepak Barcelona di semifinal Liga Champions 2009-2010. 

Pertandingan leg kedua berlangsung sangat kompetitif dan Barcelona menang tipis 1-0. Tapi, secara agregat Barcelona kalah 2-3. 

Inter Milan harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-28 setelah Thiago Mota diganjar kartu merah. Kalah jumlah pemain, Inter Milan dipuji karena hanya kalah 0-1. 

Kuncinya, Inter Milan punya bek-bek yang tampil sangat baik pada pertandingan itu. Messi benar-benar kesulitan menemukan cara mencetak gol meski Inter Milan hanya bermain dengan 10 orang.   

Esteban Cambiasso dan Javier Zanetti bahu membahu meredam Messi. Taktik itu berjalan sempurna. Messi bahkan kesulitan untuk membukukan tembakan mengarah ke gawang. 

Sumber: Sportkeeda

 

Lanjutkan Membaca ↓