3 Faktor yang Membuat Barcelona Bakal Gagal Juarai La Liga Musim Ini

Oleh Bogi Triyadi pada 30 Jun 2020, 10:30 WIB
Diperbarui 30 Jun 2020, 10:30 WIB
Luis Suarez

Jakarta - Barcelona tergeser ke peringkat kedua klasemen sementara La Liga 2019-2020. Posisi puncak diambil alih sang rival, Real Madrid, pada pekan ke-32. 

Dengan mengoleksi 69 poin, Barcelona tertinggal dua angka dari Real Madrid. Melorotnya posisi Blaugrana tak lepas dari hasil 2-2 yang diraih Lionel Messi dan kolega melawan Celta Vigo, Sabtu (27/6/2020) dini hari WIB. 

Melawan Celta Vigo, Barcelona sempat unggul dua kali melalui gol Luis Suarez. Tetapi, tim peringkat ke-17 itu juga mampu dua kali menyamakan skor. Jika lebih mahir, Vigo daoat memberi Barcelona kekalahan keenam di La Liga musim ini.

Sementara itu, Real Madrid menang 1-0 atas Epanyol, Senin (29/6/2020) dini hari WIB. Ini adalah kemenangan kelima beruntun Los Blancos sejak kompetisi dilanjutkan di tengah pandemi virus corona.

Sedangkan Barcelona hanya mencatat tiga kemenangan dan dua imbang. Hasil ini membuat Barcelona terancam gagal mempertahankan gelar juara.

Berikut 3 alasan mengapa Barcelona akan gagal di Liga Spanyol musim ini seperti dikutip dari Ronaldo.com.

 

2 dari 4 halaman

1. Pemain Tidak Cocok dengan Taktik Quique Setien

Barcelona Ditahan Imbang Celta Vigo
Striker Barcelona, Lionel Messi, melepaskan tendangan ke gawang Celta Vigo pada laga La Liga di Stadion Balaidos, Sabtu (27/6/2020). Kedua tim bermain imbang 2-2. (AP/Lalo Villar)

Josep Maria Bartomeu terlibat dalam perebutan kekuasaan dan merasa membawa Xavi ke Camp Nou akan memberinya waktu. Langkah tersebut menjadi bumerang dan ia tak mempunyai apa-apa untuk ditunjukkan.

Bartomeu memecat Ernesto Valverde, meski pelatih berusia 56 tahun itu mendapat kepercayaan dari Lionel Messi. Dia lantas menunjuk Quique Setien pada Januari 2020 untuk mengubah filosofi mereka dan memberikan trofi. Tapi, itu sepertinya tidak bekerja dengan baik.

 

 

3 dari 4 halaman

2. Komentar Setien Meresahkan

Barcelona Ditahan Imbang Celta Vigo
Pelatih Barcelona, Quique Setien dan para pemain tampak lesu usai ditahan imbang Celta Vigo pada laga La Liga di Stadion Balaidos, Sabtu (27/6/2020). Kedua tim bermain imbang 2-2. (AP/Lalo Villar)

Quique Setien butuh waktu. Mantan pemain Real Betis ini adalah pelatih yang sangat baik dan timnya menghibur di lapangan. Tapi, bukan untuk Barcelona.

Para pemain dengan nama yang sudah dikenal tidak melakukan yang terbaik di lapangan dan Setien yang harus disalahkan. Ia memiliki pendekatan berbeda dalam sepak bola daripada Ernesto Valverde, tetapi tidak harus mengasingkan pemainnya.

Setien berada di ambang kehilangan ruang ganti dan saat ini itu adalah masalah.

 

4 dari 4 halaman

3. Ketergantungan kepada Lionel Messi

Barcelona Ditahan Imbang Celta Vigo
Striker Barcelona, Lionel Messi, saat melawan Celta Vigo pada laga La Liga di Stadion Balaidos, Sabtu (27/6/2020). Kedua tim bermain imbang 2-2. (AP/Lalo Villar)

Barcelona terganggu dengan Luis Suarez yang mengalami cedera dan Antoine Griezmann gagal berintegrasi dengan baik di Camp Nou. Akibatnya, Lionel Messi harus menjadi tumpuan serangan.

Masalahnya adalah Messi berusia 33 tahun pada Juni 2020. Pada usia ini, pemain mulai merencanakan pensiun.

Seperti Cristiano Ronaldo, Messi masih bisa bermain hingga usia 40 tahun, tetapi beban kerjanya harus dikelola. Tapi di Catalonia, Messi memiliki tugas penting di setiap laga.

Sumber: Ronaldo.com

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis Bogi Triyadi/Editor Edu Krisnadefa, published: 29/6/2020)

Lanjutkan Membaca ↓