Taktik Rotasi Zidane di Real Madrid Dikritik Tajam, Dianggap Tindakan Bunuh Diri

Oleh Yus Mei Sawitri pada 10 Nov 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 10 Nov 2020, 06:00 WIB
Nyaris Kalah, Real Madrid Imbang Hadapi Borussia Monchengladbach
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. (AFP/(AFP/Ina Fassbender)

Bola.com, Madrid - Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dikritik keras atas kebijakan rotasinya yang berujung tiga kekalahan dalam tiga pekan terakhir. Menurut media Spanyol, kebijakan Zidane itu dianggap sebagai taktik bunuh diri.  

Yang terbaru, Real Madrid keok 1-4 dari Valencia pada pertandingan lanjutan Liga Spanyol 2020/2021, Senin (9/11/2020). 

Pada pertandingan itu Los Blancos unggul lebih dulu melalui Karim Benzema. Namun, Los Blancos bukannya mempertahankan keunggulan, malah mengubah laga menjadi mimpi buruk dengan kebobolan empat gol. 

Tiga dari empat gol Valencia dicetak Carlos Soler, semuanya dari titik putih. Satu lagi didapat dari gol bunuh diri pemain Real Madrid, Raphael Varane.  

Hasil itu melengkapi dua kekalahan beruntun di laga kandang melawan Cadiz (Liga Spanyol) dan Shakhtar Donetsk (Liga Champions) pada Oktober lalu. Tekanan yang terarah ke Zinedine Zidane pun membesar, karena kini El Real hanya menduduki peringkat keempat di La Liga. 

Harian Spanyol, AS, melontarkan kritikan sangat keras kepada Zidane. AS menyebut pemilihan tim oleh Zinedine Zidane sebagai tindakan bunuh diri, karena menurunkan Marcelo dan Isco sebagai starter saat melawan Valencia, menggantikan Ferland Mendy dan Toni Kross. Itu penampilan pertama Marcelo dan Iso sejak duel melawan Cadiz.  

 

2 dari 3 halaman

Kritikan karena Turunkan Marcelo dan Isco

Valencia vs Real Madrid di Liga Spanyol
Bek Real Madrid, Marcelo (kanan) berebut bola dengan gelandang Valencia, Carlos Soler pada lanjutan La Liga di Stadion Mestalla, Selasa (9/11/2020) dinihari WIB. Real Madrid kalah telak 1-4 dari tuan rumah Valencia. (AP Photo/Alberto Saiz)

Marcelo menyebabkan Valencia mendapat penalti kedua karena pelanggaran yang dinilai tidak cerdik. Adapun Isco tidak efektif dalam pertahanan dan serangan sebelum diganti setelah 83 menit.

Zidane, yang bahkan tidak kembali ke bangku cadangan sampai setelah terciptanya gol keempat Valencia, memikul kesalahan atas kekalahan itu.

"Setelah gol, kami membiarkan pertahanan sedikit longgar dan itu mengubah apa yang kami lakukan," kata Zidane setelah pertandingan, seperti dilansir The Sun.   

"Segalanya terjadi terhadap kami. Rasanya sulit memahami permainan kami. Saya tidak merasa Valencia lebih baik daripada kami. Tapi, saya yang bertanggung jawab, karena saya seharusnya mencari solusi," tutur Zidane.

Terkait keputusan menurunkan Isco dan Marcelo sebagai starter, Zidane punya alasan tersendiri. "Mereka semua pemain Madrid, itulah sebabnya saya memilih starting XI seperti itu." 

Sumber: AS, The Sun 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓