Muchlis Hadi dan Maldini Pali Tinggalkan PSM Usai Lawan Persegres

Oleh Abdi Satria pada 06 Agu 2016, 19:00 WIB
Diperbarui 06 Agu 2016, 19:00 WIB
PSM Makassar
Striker PSM Makassar, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh akan meninggalkan tim untuk mengikuti seleksi di kepolisian. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Makassar - Materi pemain PSM Makassar terus menyusut jelang berakhirnya putaran pertama Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo. Setelah memecat empat pemain asingnya, Alex Silva (Brasil), Boman Aime, Lamime Diarrasouba (Pantai Gading), dan Paulo Martins (Timor Leste), Juku Eja kembali melepas pemainnya.

Dua eks timnas u-19, Maldini Pali dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh akan menjalani seleksi kepolisian di Surabaya, pekan depan. Muchlis Hadi dan Maldini akan meninggalkan tim setelah laga melawan Persegres Gresik United pada pekan ke-14 TSC 2016 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin.

Sebelumnya, pada Sabtu (6/8/2016) pagi WITA , dua pemain Juku Eja, Fadlan Gufran dan Andri Faisal Amru terbang ke Bali untuk bergabung dengan tim PON Sulsel yang menjalani pemusatan latihan di Pulau Dewata.

Ditemui usai uji coba lapangan, Muchlis membenarkan dirinya segera menjalani seleksi polisi. "Saya memang serius ingin jadi anggota Polri," kata striker yang namanya masuk daftar seleksi timnas senior Piala AFF ini,

Kepergian keempat pemain ini bakal membuat skuat PSM tersisa 17 pemain. Meski begitu, pelatih Robert Alberts tidak risau. Pasalnya, dari keempat pemain itu, hanya Muchlis dan Andri yang pernah mendapat jatah starter, sedangkan Maldini dan Fadlan hanya kebagian jatah masuk line-up.

"Saya tidak ingin larut dengan kondisi yang ada. Saya fokus saja dengan pemain yang tersisa," tegas Robert kepada Bola.com.

Usai menghadapi Gresik United, PSM tinggal menghadapi Bali United (14/8/2016), Persija Jakarta (21/8/2016) dan Persipura (28/8/2016). Setelah itu, PSM dan Robert sudah bisa memainkan enam pemain anyarnya yakni William Pluim, Ronald Hikspoors (Belanda), Luis Ricardo (Brasil), Kwon Jun (Korsel), Titus Bonai, dan Ahmad Hisyam Tolle.