Arema Anggap Sriwijaya FC Berbahaya saat Main di Luar Palembang

Oleh Iwan Setiawan pada 06 Des 2016, 12:15 WIB
Diperbarui 06 Des 2016, 12:15 WIB

Bola.com, Malang - Pekan ke-32 Torabika Soccer Championsip (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo bakal jadi ujian paling berat bagi Arema Cronus. Tim pelatih Singo Edan menilai lawan yang akan dihadapi, Sriwijaya FC, pada Kamis (8/12/2016) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, merupakan tim yang sangat tangguh saat bermain tandang.

Acuannya, saat Sriwijaya FC menghadapi dua tim papan atas, seperti saat menggulung Madura United 5-2 di Stadion Gelora Bangkalan (14/9/2016). Selain itu, Persipura Jayapura juga dibuat kesulitan meski akhirnya Sriwijaya kalah tipis 0-1 (30/10/2016).

"Kami sudah analisis kekuatan Sriwijaya. Saat away, mereka mengandalkan serangan balik. Itu jauh lebih berbahaya karena mereka punya kecepatan di lini depan. Ada duet Beto Goncalves dan Hilton Moreira yang sangat merepotkan," ujar Joko Susilo, asisten pelatih Arema.

Saat putaran pertama, Arema memang sempat menahan imbang 1-1 di Palembang (14/8/2016). Namun saat bermain di Malang, Sriwijaya akan lebih berbahaya lagi lantaran di putaran pertama top scorer Beto Goncalves absen karena menjalani sanksi akumulasi kartu kuning.

"Kalau Sriwijaya main di kandang, mereka terbuka. Jadi ada celah yang terbuka. Tapi, saat laga tandang, pasti mereka main lebih rapat," jelas asisten pelatih yang akrab disapa Getuk ini.

Sebagai antisipasi, Arema akan mematangkan transisi permainan sehingga saat bola di kaki pemain Sriwijaya, Goran Gancev dkk. sudah kembali di posisi masing-masing. "Karena yang berbahaya itu serangan baliknya, tentu kami antisipasi hal tersebut," lanjut Getuk.

Di sisi lain, Arema tampil tidak dengan kekuatan penuh. Kapten tim, Hamka Hamzah, absen karena akumulasi kartu kuning. Hal ini jadi pekerjaan rumah tersendiri untuk mencari sosok yang pas di lini belakang.

"Tentu kami siapkan pemain lain di belakang. Terutama yang bisa mengantisipasi serangan balik juga," tegas Joko Susilo, yang juga menjabat sebagai direktur teknik Akademi Arema itu.