Pelatih Arema Desak PT GTS Keluarkan Keputusan soal Vidakovic

Oleh Iwan Setiawan pada 06 Des 2016, 13:50 WIB
Diperbarui 06 Des 2016, 13:50 WIB
Nemanja Vidakovic
Pelatih Arema, Milomir Seslija, mendesak PT GTS segera mengeluarkan keputusan terkait striker Bali United, Nemanja Vidakovic. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Malang - Harapan Arema Cronus untuk kembali memimpin klasemen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo kembali terbuka. Saat ini kubu Singo Edan sedang menunggu keputusan dari operator TSC, PT Gelora Trisula Semesta (GTS), terkait pertandingan melawan Bali United (3/12/2016).

Surat protes sudah dilayangkan manajemen Arema sehari setelah pertandingan. Mereka mempertanyakan striker Bali United, Nemanja Vidakovic, yang tetap diturunkan. Padahal, dalam situs resmi TSC, indonesiansc.com, penyerang berpaspor Australia itu sudah menerima lima kartu kuning.

Menariknya, seusai pertandingan, jumlah kartu kuning Vidakovic berubah dari lima menjadi enam kartu. Setelah ditelusuri manajemen Arema, dari data per pertandingan, Vidakovic hanya memperoleh lima kartu kuning.

Pelatih Arema, Milomir Seslija, angkat suara terkait hal ini. "Saya sudah ingatkan ofisial mereka terkait kartu kuning Vidakovic. Tapi, di lapangan dia tetap bermain. Dalam aturan FIFA, jika ada kasus seperti ini harusnya Arema bisa menang 3-0," cetus Milo, sapaan pelatih Arema.

Semua bukti yang dimiliki Arema terkait kartu kuning Vidakovic juga sudah dikirimkan dilengkapi dengan video pertandingan. Bila dikabulkan, Arema bisa mendapat tambahan poin, menjadi 61. Tambahan poin itu akan membuat Arema ada di puncak klasemen, unggul dua poin atas Persipura Jayapura.

"Kalau sudah ada bukti lengkap, harusnya keputusan bisa keluar sebelum kami bertanding lawan Sriwijaya FC, Kamis (8/12/2016) di pekan selanjutnya. Jika menunggu terlalu lama, kasus ini bisa dilupakan," tegas Milo yang juga mantan direktur teknik Barito Putera itu.

Kini, kuncinya ada pada PT GTS. Apakah mereka akan menggelar pertandingan ulang dan memberikan denda 50 juta kepada Bali United seperti yang tertuang dalam aturan Komdis atau tidak. Jika diruntut, PT GTS dinilai juga punya andil kesalahan dengan tidak memberikan surat larangan bermain Vidakovic kepada tim Bali United.

Hanya, hingga kini baik PT GTS maupun Bali United mengklaim bila Nemanja Vidakovic sudah menerima enam kartu kuning. Rinciannya, satu kartu kuning lain ada pada pertandingan melawan Persipura Jayapura. Tetapi, dalam laporan pertandingan yang terkena kartu kuning waktu itu adalah bek asing Kiko Insa.